Makassar Kota Terkotor
Ini berita ]Tribun Timur, http://tribun-timur.com/view.php?id=45387, edisi hari Kamis, 07-06-2007. Berita lama memang. Adakah yang berubah? Ya, bukan makin baik, tapi makin kotor. Bagaimana menurut Anda?
KLH: Makassar Kota Terkotor
* Wali Kota Makassar Kecewa * Parepare, Pangkep, Palopo, Barru, dan Sengkang Dapat Adipura * Penilaian Meliputi Pengelolaan Sampah, Kawasan Hijau, dan Drainase
Jakarta, Tribun -- Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI , Rabu (6/6), melansir data kota terkotor dan terbersih tahun 2007.
Makassar berada di urutan kelima sebagai kota terkotor dengan nilai 67,56 (sedang) untuk kategori kota metropolitan.
Empat kota lainnya yang lebih kotor dari Makassar adalah Bekasi (Jabar) dengan nilai 63,78, Tangerang (Banten) dengan nilai 64,44, Bandung (Jawa Barat) dengan nilai 64,69, dan Depok (Jabar) dengan nilai 65,06.
Sementara lima kota lainnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) justru mendapat Penghargaan Adipura karena mendapat predikat kota terbersih.
Parepare dan Palopo meraih Adipura untuk kategori kota sedang. Sementara Pangkajene (Kabupaten Pangkep), Sengkang (Wajo), dan Barru mendapat Adipura untuk kategori kota kecil.
"Dari 382 kota yang dinilai, hanya sekitar 22 persen yang dianggap layak lolos seleksi," ujar Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar saat menggelar jumpa pers di Hotel Sahid, Jakarta.
Menurut Rachmat, sekitar 78 persen kota dinyatakan tidak lolis. "Yang lulus ini sudah meningkat sejak tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya hanya 11,3 persen," jelasnya.
Kecewa
Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, mengaku kecewa dengan pengumuman Adipura tahun ini. Menurutnya, Makassar gagal meraih Adipura karena angka acuan yang semakin tinggi dibandingkan tahun lalu (Lihat, Terganjal Drainase)
Sebelumnya, Makassar empat kali berturut-turut meraih Adipura yakni pada tahun 1994, 1995, 1996, dan 1997. Namun, penilaian di era Orde Baru itu tidak seketat dengan penilaian dalam dua tahun terakhir.
Kosultan Tata Kota Makassar Danny Pomanto tak percaya bila Makassar mendapat predikat sebagai kota terkotor. Namun bila itu terjadi, dia menilai sistem yang ada saat ini belum sepenuhnya berjalan.
"Jika ingin sukses, sistem yang dibuat harus melibatkan semua masyarakat. Sampah adalah masalah yang sangat detail, jadi harus diselesaikan juga dengan detail," kata dosen Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin ini.
Sedangkan Ketua Perhimpunan Hotel Indonesia (PHRI) Makassar Anggiat Sinaga menilai, pemerintah kota sudah gencar mengajak masyarakat untuk peduli kebersihan.
Pemerintah juga telah membuat perda tentang kebersihan untuk menjerat pelanggar. Predikat ini bisa memperburuk pertumbuhan pariwisata karena pariwisata identik dengan image," ujarnya.
Bukan Terkotor
Anggota tim penilai Piala Adipura, Ilyas Asaad, menjelaskan, ada tiga jenis penilaian. Yaitu pengelolaan sampah, kawasan hijau, dan drainase.
Tiga jenis penilaian itu dilakukan di semua fasilitas kota seperti rumah sakit, terminal, instansi pemerintah, dan ruang publik.
"Di Makassar, kami melakukan penilaian di lebih dari 100 titik. Dari penilaian kami, Makassar memang masih kurang baik dalam hal drainase," ujar Ilyas yang juga Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Makassar berada di urutan kedelapan dari 14 kota yang dikategorikan sebagai kota metropolitan. Makassar memang berada di bawah Surabaya dan seluruh DKI Jakarta. Namun masih lebih baik dibanding Bandung, Depok, dan Tangerang.
Menurut Ilyas, nilai Makassar lebih tinggi dibanding tahun lalu. Namun, karena tingkat penilaian (grade) Adipura terus naik dari tahun ke tahun, tahun ini Makassar belum berhasil meraih penghargaan tersebut. Kenaikan grade juga akan terus dilakukan dalam penilaian tahun depan.
"Saya klarifikasi kabar yang beredar. Benar Makassar tidak memperoleh Adipura. Tapi jika dikategorikan terkotor, saya kira tidak demikian. Masalahnya hanya Makassar tidak dapat mencapai grade-nya tahun ini. Secara umum, kota itu sudah lebih baik dari tahun lalu," sambung Ilyas.
Diserahkan Presiden
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerahkan penghargaan kepada daerah penerima Adipura di Istana Negara, Jakarta yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia.
Penghargaan Adipura diterima oleh Bupati Pangkep Syafryuddin Nur, Bupati Barru Andi Muhammad Rum, Wali Kota Parepatre Zain Katoe, Wali Kota Palopo PA Tenriadjeng, dan Bupati Wajo Andi Asmidin.
Selain memberikan penghargaan Adipura, SBY juga memberikan penghargaan Kalpataru kepada sejumlah individu yang peduli kepada lingkungan.
Dalam sambutannya, SBY pun sempat mengingatkan akan bahaya bencanalingkungan. Menurutnya, upaya menyelamatkan lingkungan hidup terjadi karena saat ini telah telah terjadi peningkatan suhu permukaan bumi secara global.
"Saya minta gubernur dan bupati di seluruh Indonesia mengajak rakyat atau masyarakat untuk menanam pohon. Menanam itu hal yang baik. Menanam pohon menyelamatkan generasi yang akan datang," jelasnya. (JBP/ade/jid/wid)
KLH: Makassar Kota Terkotor
* Wali Kota Makassar Kecewa * Parepare, Pangkep, Palopo, Barru, dan Sengkang Dapat Adipura * Penilaian Meliputi Pengelolaan Sampah, Kawasan Hijau, dan Drainase
Jakarta, Tribun -- Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI , Rabu (6/6), melansir data kota terkotor dan terbersih tahun 2007.
Makassar berada di urutan kelima sebagai kota terkotor dengan nilai 67,56 (sedang) untuk kategori kota metropolitan.
Empat kota lainnya yang lebih kotor dari Makassar adalah Bekasi (Jabar) dengan nilai 63,78, Tangerang (Banten) dengan nilai 64,44, Bandung (Jawa Barat) dengan nilai 64,69, dan Depok (Jabar) dengan nilai 65,06.
Sementara lima kota lainnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) justru mendapat Penghargaan Adipura karena mendapat predikat kota terbersih.
Parepare dan Palopo meraih Adipura untuk kategori kota sedang. Sementara Pangkajene (Kabupaten Pangkep), Sengkang (Wajo), dan Barru mendapat Adipura untuk kategori kota kecil.
"Dari 382 kota yang dinilai, hanya sekitar 22 persen yang dianggap layak lolos seleksi," ujar Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar saat menggelar jumpa pers di Hotel Sahid, Jakarta.
Menurut Rachmat, sekitar 78 persen kota dinyatakan tidak lolis. "Yang lulus ini sudah meningkat sejak tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya hanya 11,3 persen," jelasnya.
Kecewa
Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, mengaku kecewa dengan pengumuman Adipura tahun ini. Menurutnya, Makassar gagal meraih Adipura karena angka acuan yang semakin tinggi dibandingkan tahun lalu (Lihat, Terganjal Drainase)
Sebelumnya, Makassar empat kali berturut-turut meraih Adipura yakni pada tahun 1994, 1995, 1996, dan 1997. Namun, penilaian di era Orde Baru itu tidak seketat dengan penilaian dalam dua tahun terakhir.
Kosultan Tata Kota Makassar Danny Pomanto tak percaya bila Makassar mendapat predikat sebagai kota terkotor. Namun bila itu terjadi, dia menilai sistem yang ada saat ini belum sepenuhnya berjalan.
"Jika ingin sukses, sistem yang dibuat harus melibatkan semua masyarakat. Sampah adalah masalah yang sangat detail, jadi harus diselesaikan juga dengan detail," kata dosen Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin ini.
Sedangkan Ketua Perhimpunan Hotel Indonesia (PHRI) Makassar Anggiat Sinaga menilai, pemerintah kota sudah gencar mengajak masyarakat untuk peduli kebersihan.
Pemerintah juga telah membuat perda tentang kebersihan untuk menjerat pelanggar. Predikat ini bisa memperburuk pertumbuhan pariwisata karena pariwisata identik dengan image," ujarnya.
Bukan Terkotor
Anggota tim penilai Piala Adipura, Ilyas Asaad, menjelaskan, ada tiga jenis penilaian. Yaitu pengelolaan sampah, kawasan hijau, dan drainase.
Tiga jenis penilaian itu dilakukan di semua fasilitas kota seperti rumah sakit, terminal, instansi pemerintah, dan ruang publik.
"Di Makassar, kami melakukan penilaian di lebih dari 100 titik. Dari penilaian kami, Makassar memang masih kurang baik dalam hal drainase," ujar Ilyas yang juga Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Makassar berada di urutan kedelapan dari 14 kota yang dikategorikan sebagai kota metropolitan. Makassar memang berada di bawah Surabaya dan seluruh DKI Jakarta. Namun masih lebih baik dibanding Bandung, Depok, dan Tangerang.
Menurut Ilyas, nilai Makassar lebih tinggi dibanding tahun lalu. Namun, karena tingkat penilaian (grade) Adipura terus naik dari tahun ke tahun, tahun ini Makassar belum berhasil meraih penghargaan tersebut. Kenaikan grade juga akan terus dilakukan dalam penilaian tahun depan.
"Saya klarifikasi kabar yang beredar. Benar Makassar tidak memperoleh Adipura. Tapi jika dikategorikan terkotor, saya kira tidak demikian. Masalahnya hanya Makassar tidak dapat mencapai grade-nya tahun ini. Secara umum, kota itu sudah lebih baik dari tahun lalu," sambung Ilyas.
Diserahkan Presiden
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerahkan penghargaan kepada daerah penerima Adipura di Istana Negara, Jakarta yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia.
Penghargaan Adipura diterima oleh Bupati Pangkep Syafryuddin Nur, Bupati Barru Andi Muhammad Rum, Wali Kota Parepatre Zain Katoe, Wali Kota Palopo PA Tenriadjeng, dan Bupati Wajo Andi Asmidin.
Selain memberikan penghargaan Adipura, SBY juga memberikan penghargaan Kalpataru kepada sejumlah individu yang peduli kepada lingkungan.
Dalam sambutannya, SBY pun sempat mengingatkan akan bahaya bencanalingkungan. Menurutnya, upaya menyelamatkan lingkungan hidup terjadi karena saat ini telah telah terjadi peningkatan suhu permukaan bumi secara global.
"Saya minta gubernur dan bupati di seluruh Indonesia mengajak rakyat atau masyarakat untuk menanam pohon. Menanam itu hal yang baik. Menanam pohon menyelamatkan generasi yang akan datang," jelasnya. (JBP/ade/jid/wid)